Comolli Salahkan Penandatangan Henderson

Update Terakhir: November 10, 2014

HendersonComolli Salahkan Penandatangan Henderson atas Kepergiannya dari Liverpool – Pemain lini tengah itu bergabung dengan klub tersebut dari Sunderland dalam kesepakatan sebesar 20 juta pounds pada tahun 2011 lalu, akan tetapi tidak bermain dengan bagus dan mantan direktur sepakbola itu merasa yakin dan juga percaya bahwa penandatanganan tersebut harus dibayarnya dengan pekerjaannya.

Mantan direktur sepak bola Liverpool yaitu Damien Comolli merasa yakin dan juga percaya bahwa keputusan untuk menandatangani Jordan Henderson dari Sunderland mungkin yang menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaan di Anfield.

Comolli resmi pergi meninggalkan Anfield dengan kesepakatan bersama pada tahun 2012 kemarin dengan alasan keluarga, meskipun rumor yang menyarankan bahwa dia diperintahkan untuk pergi terkait dengan kegagalan di bursa transfer.

Pria yang berasal dari Perancis itu kini mengklaim bahwa dia dipecat dan merasakan reaksi negatif di awal pembelian Henderson yang berharga sebesar 20 juta pounds – sekarang menjadi wakit kapten dari Liverpool – berada di balik pemecatannya.

“Ketika kami menandatangani Jordan Henderson, dia itu mendapatkan begitu banyak kritik, saya kemudian juga mendapatkan begitu banyak kritik.”

“Saya tidak pernah diberitahu mengapa saya dipecat akan tetapi saya dituntun untuk percaya itu semua karena kami menandatangani Jordan Henderson, dan pemilik merasa yakin bahwa dia tidak cukup baik.”

Henderson kemudian gagal untuk menangkap imajinasi selama hari-hari awal di Merseyside, namun pemain yang berusia 24 tahun itu kini telah menjadi tokoh kunci di bawah manajer Brendan Rodgers dan Comolli menegaskan bahwa dia memang selalu melihat potensi dari pemain tengah tersebut.

“Melihat Jordan Henderson, kami ingin kaki, kami ingin fisik, kami juga ingin kecepatan serta kreativitas dalam sepertiga akhir. Saya bisa mematok Jordan menjadi pemain lini tengah terbaik di Liga Premier, dengan mengingat usianya, mengambil biaya transfer menjadi pertimbangan, dan dalam posisi saya, kamu perlu melihat usia, uang dan juga kemampuan pemain.”

“Melihat semua ini, apa yang dia lakukan untuk anak seusianya, dan segala hormat kepada Sunderland, dia pasti undervalued oleh pasar. Dan saya telah diberitahu bahwa kami overvalued dia. Bahkan director di Sunderland kemudian mengatakan ‘Kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan’.”

“Jordan menonjol pada saat itu, ketika dia berusia 20 tahun, karena sejumlah peluang yang dia ciptakan di sepertiga akhir. Dia itu sangat baik dalam hal tersebut. Ketika kamu melihat peluang yang diciptakan pada sepertiga akhir dalam permainan terbuka, kamu merupakan seorang pemain yang finis di top 5-10 (di Liga Premier) setiap tahun.”

“Jadi ketika saya melihat Jordan di daerah itu, saya berpikir dia pasti punya sesuatu. Karena ketika saya melihat dia lima tahun yang lalu, (Thierry) Henry, (Frank) Lampard dan juga (Cesc) Fabregas berada di sana, sehingga ketika dia berada di sana , saya berpikir pasti dia memiliki sesuatu. Hal ini tidak bisa terjadi secara kebetulan, dan sekarang lihat dirinya. “